Razia polisi kok dijalan rusak ?!…

Yups.. Hari sabtu kemarin saya solo riding pagi-pagi dari Cirebon menuju Batang. Start dari Cirebon jam setengah tujuh pagi.. memasuki kota brebes sekitar jam setengah delapan. Dan disambut lalu lintas yang tersendat.

Saya pikir ada perbaikan jelan lagi, mengingat perbaikan dijembatan sebelum alun-alun brebes belum seratus persen bener semenjak bulan puasa.. masih ada jalan bekas kerukan dan permukaan jembatan masih menggunakan pelat besi. namun setelah melewati jembatan tersebut… Jiaaahh.. ternyata ada razia pulisi..

saya pun menepi untuk menunjukan surat-surat kendaraan, setelah selesai diperiksa saya sempatkan poto-poto razia tersebut :mrgreen: Dalam hati bertanya-tanya.. Pakpulisi..pakpulisi.. kenapa sih razia kok harus dilokasi jalan rusak?? waktu razia pas dijam sibuk pula.. kan malah bikin arus lalu lintas tersendat..kok nggak dipasar sekalian? :mrgreen: πŸ˜† lanjut perjalanan.. jiah.. belum satu kilo meter melewati rasia tersebut, ternyata ada rasia lagi masih diwilayah yang sama…

Iklan

Tentang yudibatang

Seorang yang menyukai hal-hal tentang sepeda motor, yang sedang mencoba membuat sebuah blog.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , . Tandai permalink.

33 Balasan ke Razia polisi kok dijalan rusak ?!…

  1. B M W ♣ berkata:

    Lumayan buat sarapan

  2. assassin berkata:

    byar kena lah mas…kalo jalan alus gampang ngabur…

  3. cak poer berkata:

    mesti pas tanggal tua πŸ˜€

  4. warung DOHC berkata:

    wohhhh ada tugu adipura tapi jalane rusyakkk yo? #wzwiiinnggg mblayuuuu :mrgreen:

  5. monde berkata:

    Biar pak pulisinya tau kalau disitu ada jalan rusak, jadi pak pulisi tau kalau pajak kendaraan bermotor itu bisa untuk memperbaiki jalan yang rusak itu..!! ayo pak pulisi besok ngetem disitu lagi ya…

  6. tl berkata:

    razia biasane cedak warung makan,begitu raziane rampungan,langsung mlebu warung πŸ˜€

  7. padahal masih tanggal muda ya

  8. kilaubiru berkata:

    kalo razia di parkiran pasar aja piye? :mrgreen:

  9. Daniel LDT berkata:

    yahhhh sebenarnya untuk pemilihan lokasi dan waktu razia memang kewenangan perwira yang memimpin razia tersebut. Terutama untuk giat Razia insidentil / dadakan
    (Ma’af) ntah kenapa, tapi memang seperti inilah reaksi mayoritas dari masyarakat yang sedikit terganggu jika bertemu dengan rekan2 yang sedang melaksanakan tugasnya.
    Padahal salah satu tujuannya ada mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan dengn memperbanyak/mempersering kehadiran Polri ditengah tengah masyarakat.
    Sudi kiranya yang ngaskus mampir di Subforum Kepolisian
    http://www.kaskus.us/forumdisplay.php?f=576

    • bozqy berkata:

      “Padahal salah satu tujuannya adalah mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan”
      ya kalau memang tujuannya seperti diatas!! kalo memang ada pengendara yg bersalah diarahkan pengadilan. jangan maksa nitip ato bayar ditempat! di bali saya alami sendiri hampir semua maksa bayar ditempat entah uangnya masuk kemana. percuma polisi masang spanduk disisi jalan agar tidak menerima suap.

  10. Hourex150L berkata:

    ada hubungannya dengan TANGGAL kah..??

    *ups ada Pak Daniel juga ikk,,, amit Pak Nyuwun Sewu #mlaku mindik-mindik karo mbungkuk trus mlipir-mlipir,, MBLAYUUUU -abaikan saja#

    hahahahaha..

    PISS..

  11. Fbh Koplak berkata:

    Bilang saja mau ngemel duit
    Lumayan kan pagi2 50 rebu.

  12. zhe berkata:

    haha brbes q tercnta serg bgt mask blog nya om yud
    hehe

  13. gogo berkata:

    kayak lg ga ada kerjaan aj.. artikel horor terbarunya kemana ya..

  14. jakatimur berkata:

    hmmm.. sekedar sharing.
    saya gak tahu apa ditempat masbro seperti ditempat saya atau tidak. tapi disini polisi hampir tidak pernah mengurusi lalu lintas. ada suatu perempatan yang banyak pelanggaran justru malah tidak ada polisi, dimanakah mereka? trnyata mereka mengumpet disalah satu titik jalan menangkapi mobil dan motor yg kebablasan lampu merah. padahal pelanggaran yang terjadi bukan hanya tipe pelanggaran lampu merah saja, namun juga jalan berlawanan arah dll…..

    polisi lalu lintas rasanya lebih tepat disebut tukang tilang!

  15. Maskur berkata:

    mungkin jawabane petugas ngene:
    “yo karepku to, dalan iki kan aku sing ngatur, yen macet yo aku sing ngatur to..sampeyan arep ngopo?
    Eh salah Brebes ki basane beda:
    “Ya karepe inyonge lah, dalan kiye inyonge sing ngatur, lamun macet yo inyonge sing ngatur ..koen pan ngapa?

  16. Junet berkata:

    haha…. Kebiasaan pak pulisi…

  17. biker vixion berkata:

    kalo di depok malah di depan komplek kuburan mas bro.. :mrgreen:

  18. apep berkata:

    artikel hot…hot…hot…

  19. andhi_125 berkata:

    mungkin, rencana-e silup-e, kalo yang ketilang suruh ikut proyek benerin jalan kali :mrgreen:
    biar cepet kelar

  20. Masmondol berkata:

    razia? Siapa takuut… πŸ˜€

  21. Masway berkata:

    Siang tadi saya kena razia polisi pelanggaran yg saya lakukan tidak menyalakan lampu utama, surat lengkap, denda yg hrus di bayar 100ribu kata polisi tersebut sambil menunjukkan daftar pelanggaran beserta dendanya. Yg saya tanyakan apakah benar isi dari daftar tersebut? Yg pastinya saya tidak mau bayar 100ribu saya hanya bayar 30ribu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s