Pengalaman Lady biker Sist NInna, Nyaris dibegal ketika duo touring via Sumatera

Halo brother biker ๐Ÿ˜€ .. kali ini saya menulis pengalaman rekan dari Yamaha Vixion Club Indonesia (YVCI) chapter Depok yang terjadi sekitar tahun 2010. Namanya Sist Ninna. Sis Ninna adalah salah satu Lady biker sejati yang memiliki jam terbang tinggi. Dua kali saya bersua dengan beliau, yang pertama diacara jambore nasional YVCI pertama diJakarta pada tahun 2009 dan yang kedua ketemu diacara Anniversary YVC Magelang diMagelang jawa Tengah pada tahun 2010. Namanya hobi touring tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, ada kenikmatan tersendiri bagi yang menjalaninya ๐Ÿ˜€ Dibulan Februari tahun 2010 silam, Sist Ninna bersama seorang rekan yang tidak mau disebutkan namanya ๐Ÿ˜€ melakukan duo touring dari Jakarta ke Sabang (Sumatera paling pucuk ) masing-masing menggunakan motor sendiri-sendiri, tentunya melewati jalan andalas yang terkenal dengan begal dan bajing loncatnya. Konon dijalur Sumatera, Jarang sekali ada kendaraan yang berani melintas sendirian, Kendaraan yang akan melewati jalur tersebut memilih berkonvoi dengan kendara’an lain yang searah. Berangkat dari Jakarta tanggal 31 Januari jam 22.00 menuju Sabang. Pada perjalanan dari jakarta kesabang relatif lancar nggak ada halangan. namun Pada perjalanan pulang, mereka memutuskan untuk mampir ke Bukit Tinggi dari Pekanbaru.

Sekitar jam 7 malam, kami sampai di Muaro Bungo, sebuah kota yang lumayan agak lengkap meskipun masih tergolong kota kecil. Setelah mengambil uang secukupnya di ATM, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil makan malam. Saat terjebak ditraffic light untuk mencari makan itulah, dikota kecil in the midle of nowhere itu, firasat aneh mulai menghampiriku. Dua orang pemuda yang duduk berboncengan diatas motor disebelahku menegur kami. Dan karena sudah sangat terbiasa dengan keramahan ala bikers bumi Sumatera, kami membalas ramah. Percakapan singkat pun terjalin.
S ( strangers ) : turing ya, Mba?
N ( ninna pastinya ) : iya…
S : dari mana mau kemana nih?
N : dari Bukittinggi, mau ke Jambi…
S : wah..jauh juga ya…..berdua doang??
N : iya, nih…
S : rencana mau langsung atau nginep disini dulu, Mba?
N : langsung si, rencananya..tanggung kan, tinggal beberapa jam lagi…
S : (mengangguk2) tadi habis dr Bank ya, Mba?
Temanku langsung memotong percakapan kami singkat, aga ketus : ngga, kita habis cari makan!

Aku terkejut, tapi saat itu lampu sudah berubah hijau, dan setelah mengklakson sopan, mereka langsung tancap gas meninggalkan kami. Saat makan, firasatku makin menjadi. Aku membujuk temanku untuk menginap semalam dikota kecil ini, tapi beliau berkeberatan dengan alasan Jambi hanya tinggal beberapa jam kedepan, dan setelah berputar – putar, kami ternyata memang tidak bisa menemukan penginapan..

Akhirnya, dengan hati sangat berat dan tubuh lelah luar biasa, kami melanjutkan perjalanan sekitar jam10 malam. Lewat jam 12 malam, aku memohon untuk berhenti. Tubuhku sudah betul – betul tidak sanggup untuk melanjutkan. Jadi, disebuah kedai kecil dipinggir jalan, kami pun berhenti. Temanku memesan kopi dan menonton Tv bersama pemilik warung, sementara aku, setelah menyusun beberapa bangku dan meminta izin, langsung menutupi wajahku dengan balaclava dan tertidur pulas. Saat itu, hanya ada kami bertiga di kedai itu.

Sekitar pukul setengah 2 pagi, aku terbangun oleh suara percakapan. Duduk dibelakangku, dua orang pemuda yang anehnya terlihat familiar sedang asik mengobrol, dan tidak lama kemudian, pemuda ketiga muncul menghampiri. Menyadari aku memperhatikannya, tak lama kemudian merekapun pergi. Sementara, kami lantas bersiap – siap untuk melanjutkan perjalanan. Aku menepiskan perasaan khawatirku dan hanya berkonsentrasi untuk menghalau kantuk. Tak berapa jauh didepan, kami berhenti lagi di sebuah POM Bensin lumayan besar untuk mengisi bahan bakar. Setelah bujukanku untuk menunggu pagi disini kembali ditolak, kami pun kembali berangkat.

Jalan itu gelap gulita, agak rusak, dan berkelok – kelok. Ilalang yang tumbuh tinggi dan pepohonan menghalangi cahaya dari rumah penduduk setempat yang sangat jarang ada. Rekanku memposisikan diri didepan ( karena di malam hari, mataku kurang awas), sementara aku mengeluarkan ponsel untuk memberitahukan posisi kami kepada teman – teman di Jambi ( ini contoh pelanggaran, so don’t try this at home!! ). Jalanan yang kosong melompong membuatku santai saja mencoba mengetik pesan. Setengah sadar karena kantuk dan sekaligus berusaha berkonsentrasi pada Ponsel ditangan, aku sama sekali tidak menyadari kehadiran dua motor yang menghampiri dibelakangku. Tiba – tiba, kedua motor itu menyalip dan memepet kami, menyamakan diri dengan laju motor kami. Pemuda didepan berusaha meraih HP ditanganku tapi untungnya refleksku masih berfungsi baik. Aku langsung mengantunginya sambil menginjak rem dalam-dalam, berhenti, mengikuti rekan didepanku sementara kedua motor itu masih melaju, meninggalkan sedikit jarak yang sangat berguna. Sebelum kedua motor itu sempat berbuat apa – apa, refleks kami adalah memutar balik dan langsung memacu motor kami kearah berlawanan, kembali ke POM bensin tadi.

Bayangkan jalanan asing didaerah antah berantah yang jalannya rusak dan berbelok – belok, gelap gulita, dengan rumput-rumput setinggi orang dewasa dikiri kanan, namun kami harus melewatinya sekencang – kencangnya berusaha lolos dari kejaran dua pembegal itu. Sesampainya diPom bensin dengan posisi masih duduk diatas motor, kami tetap waspada..kami melihat pemuda – pemuda itu masuk ke Pom bensin dan memarkir kendaraan’a dibalik deretan truk – truk besar yang ternyata juga sedang menunggu pagi karena jalan itu terkenal dengan begalnya. namun pemuda-pemuda itu tidak berani mendekat. Dengan pisau lipat ditangan dan wajah disetel segahar mungkin (Kalau menurut juragan warung sih.. wajahnya disetel gahar ya tetep aja cakep :mrgreen: ) , kami duduk berdiskusi dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan saat matahari sudah muncul, itu pun dengan posisi di antara truk – truk yang juga berjalan beriringan demi alasan keamanan. ” Akhirnya kami sampai dengan selamat diJakarta ๐Ÿ˜€

Demikianlah cerita pengalaman Sist Ninna hampir dibegal ketika duo touring via pulau Andalas. pada awalnya saya hanya mendengar cerita sepotong-sepotong dari rekan2 YVCI dan dan setelah saya kontak Sist Ninna maka jadilah artikal ini. ๐Ÿ˜€

*Jangan mengaku biker kalau cuman ngendon dirumah dan nggak berani keluar kandang

Iklan

Tentang yudibatang

Seorang yang menyukai hal-hal tentang sepeda motor, yang sedang mencoba membuat sebuah blog.
Pos ini dipublikasikan di Bikers, pengalaman berkendara, Tips sepeda motor dan tag , , , , . Tandai permalink.

78 Balasan ke Pengalaman Lady biker Sist NInna, Nyaris dibegal ketika duo touring via Sumatera

  1. dwi berkata:

    pertamax. . Baca dulu. .
    Btw, tnx fb ny di konfirm om yud. .

  2. no name berkata:

    saingan nya Tomb Rider neh,ho2..

  3. w3leh berkata:

    ketigax…

  4. satria biru berkata:

    srikandi di atas motor…

  5. indrajit berkata:

    siiip lady biker sejati

  6. athlete rider berkata:

    Cakep ya mbaknya, pemberani lagi

  7. whitesmilee berkata:

    *Jangan mengaku biker kalau cuman ngendon dirumah dan nggak berani keluar kandang

    like this, untung saya bebeker ๐Ÿ˜€

    mbaknya cantik ya, pemberani juga! salut! biker sejati, triknya keren juga balik arah ๐Ÿ˜€

  8. athleter berkata:

    Wahhh berani juga ya….

  9. aku biker tapi jalan dolan-dolan.. ๐Ÿ˜›

  10. jeng3 berkata:

    sip.ojo nekadz dan terlalu akrab ama orang asing

  11. gaplek mania berkata:

    ampun …….!!!

    gw bukan bikers.cuma seorang yg hobi make motornya

  12. maxy berkata:

    salut euyyyy..banyak si sumatera yang termasuk daerah angker bajing lonjat..terutama daerah jambi dan palembang..yang naik bus aja dibajak…apalagi naik motor..udah gitu rata2 jalan provinsi disini memang hancur..

  13. anggiwirza berkata:

    saya cuman rider bukan bikers :mrgreen:

    so gak masalah kan aye ngendon dirumah sambil baca blog otomotif kek gini ?? :mrgreen: :mrgreen:

  14. JOJO berkata:

    foto paling atas..ROKOKe cak, xixixixiixi, njaluk po’o

  15. bayuonvixion berkata:

    ssstttt….
    cakep….
    kek nya klo ane ketemu sama teteh ini bakalan minder deh….

  16. anak_kecil berkata:

    saya biker tapi seneng ngendon di rumah, ๐Ÿ™‚ … keluarnya cuman buat nyari makan anak istri, n silahturahmi sama orang tua. he…

  17. Gianluigi mario berkata:

    wah kalo turing kudu banyak temen nih.. ๐Ÿ˜›

  18. olla olli berkata:

    waaahhh….ajiiib nich cerita !!!…saluut jg buat sist.ninna, btw saya juga ada temen lady biker dari YVCI chapter cikarang yg doyan touring jg om…

  19. theo berkata:

    Sebenernya sis ninna pernah membegal saya mas yudi, tepatnya membegal hati sayaaa huahahahahaahhahahahahaahahahaha ๐Ÿ˜€ =D

  20. yellowduck berkata:

    kalo rute bungo – jambi jarang denger kasus begal begini, tapi kalo rute sarolangun – lubuk linggau, sarolangun – muara tembesi memang terkenal banyak begal kalo malam hari.

  21. smashersbanten berkata:

    Saluuut Gan….
    ane aja kg brani klo berdua mah….
    kec 1 bataliyon…
    ๎•๎•๎•

  22. Ninna berkata:

    waaaa.. bahasa penulisan’a bagus.. salt, Oom Yud..
    *thumbs up!

  23. gogo berkata:

    bener2 salut dg lady biker ini, ceritanya keren.. memang, sensasi berkendara akan lebih seru kalau melewati jalanan dan medan yang baru !

  24. bababela berkata:

    wow bgus juga “putar arah” . Coba kalo orangnya emosian kya bennythegreat gt gmana ya ?

  25. roky pratama adytia berkata:

    jalan dari padang-jambi-palembang-lampung kalaw lewat jalur lintas tengah sumatera emang rawan begal dan angker bro, jalan banyak gelap dan hutan, klaw lewaat jalur lintas timur lampung-palembang-jambi jalannya banyak rusak bro, klaw jalur lintas barat lampung-bengkulu-padang pas perbtsan lampung bengkulu bnyak jurang dan jalan naik turun harus ektra waspada….so hati2 bro klw mau touring

  26. micoas3 berkata:

    wah temen sekolahku di smk n 1 lahat pun pernah ditembak kepalanya.dan matii…padahal bentar lagi mo ujian akhir tuh.kejadian tahun 1999
    karena daerah lahat – lubuk linggau rawan pembegalan.almarhum rumahnya daerah situ.versi keluarga almarhum motornya diserempet bis handoyo dan mengejar menghadang tuh bis.nah bis itu ada pengawalnya polisi.tanpa ba bi bu pistol tempelkan dikepala tuh almarhum dan door (mati) alasan polisi karena itu menduga pembegal yang cari alasan.
    tanpa tau sapa dan yang benar yang jelas daerah situ memang rawan dan pantas polisi melakukan pengawalan setiap bis yang lewat didaerah merapi masih masuk wilayah lahat sumatera selatan.kayak di film2 beberapa kali terjadi tembak tembakan antara polisi dan penjahat disitu.ati ati lah klo lewat jalan situ terutama didaerah lampung sekitar mesuji tulang bawang memang sangat sepii

  27. athar berkata:

    “*Jangan mengaku biker kalau cuman ngendon dirumah dan nggak berani keluar kandang” ckckckckckckckckckc…..
    cek
    http://segawonracingteam.wordpress.com/2012/02/12/saya-malu-pakai-motor-tua-lambat-tidak-terkenal/

  28. sugiedane berkata:

    Uedan Cewek Berani Touring jarak jauh, saya pengalaman nyepeda paling jauh jakarta – wonogiri pakai FU boyok pegel kabeh hahaha
    nitip Kang : http://sugiedane.wordpress.com/2012/02/17/hati2-dengan-penyeberang-jalan-yg-nekat/

  29. Rafans Manado berkata:

    Tabea tamang… Mantap. Travelling ke seluruh obyek wisata di Indonesia. Salam kenal dari Manado untuk Kamu. Terima kasih,-

  30. orang nyasar berkata:

    wah asik, kalo pny istri yg suka touring. Bisa touring bareng xixiixi ๐Ÿ™‚

  31. babahe berkata:

    simpatik mas bro dg sist ninna,…aku tak touring nek jowo wae……takut begal….kabur….

  32. theo berkata:

    Brooo yudi ๐Ÿ˜ฅ aku meh kenalan sama sist ninaaaaaaaaaaaaaa:'(

  33. Jerry YVC-N 035 berkata:

    woooo mantab bener
    aku gak wani mas yud wkkwkw
    biker kacangan ๐Ÿ˜ณ :mrgreen:

  34. red komar berkata:

    serem artikelny,jd mrinding…

  35. awakku berkata:

    Sing bener ki…” jangan ngaku biker kalo gak bisa naik motor …”

    kikikikikik

  36. milky bo berkata:

    tukang ojek adalah biker sejati….

  37. Ping balik: Saya Biker Bukan Ya? *EdisiGalau « karis mauyy

  38. Salut, tapi tetap harus berhati hati

    kisah seperti ini memang layak dijadikan acuan, tapi kita tetap harus ingat, bahwa touring jarak jauh hanya berdua apalagi kaum hawa jelas memiliki resiko tinggi. Bahkan kendati dilakukan oleh laki2 sekalipun

    maklum negara kita bukanlah negara maju, negara kita belumlah benar benar aman, dan aparat keamanan jumlahnya sangat sedikit dibanding besarnya wilayah. Salut untuk keberanian kedua sis ini. tetap waspada di jalan. ๐Ÿ˜€

  39. xanteria berkata:

    Wee, mantab….
    kebetulan ane 1 club 1 chapter ma sis ninna ๐Ÿ˜€

  40. Roy berkata:

    bukan biker karena si ternoda cuma keliling jakarta….

    wkwkwkwkwkkw

    12 taun sudah dilalui… kecepatan mu cuma menurun sedikit ternoda… hmmm… tak perbaiki yooo biar bisa mengasapi motor batangan yang alay…

    xixixixixii

  41. hermanandesmatu berkata:

    saluuuuut buANGET….Ntar kalo touring ke sumatera lagi kontak M3C (Matur Maestro Motor Community) 081363618811 Bro Andi ,y biar dijemput.

  42. bob berkata:

    hai Sist ,, Ninna wow keren you punya pengalaman touring ,, jempol dua and salut deh kapan lagi rencana trouringnya

  43. juanda berkata:

    sedikit saranmbak mas bro…ane asli bungo…ane dulu di BMC Muara Bungo..Alhamdulillah..sekitar wilayah Muara Bungo – Sarolangun (Arah Jawa Lintas Barat), Muara Bungo – Dharmas Raya (Arah Sumatra Barat), Muara Bungo – Tebo (Arah Jawa Lintas Timur) insya allah sampe batas Rute Tersebut aman Terkendali mbak mas bro…soalnya Masih Tergolong aman..minta di koreksi sedikit..untuk wilayah Muara Bungo…aman tidak pernah ada begal ato bajing loncatnya,,,,please cek dulu lokasi nya dimana kah itu..mungkin dari Sei.Bengkal(Tebo-Tembesi) itu mungkin gak aman..tp kalo kita mawas diri ketika mengendarai sepeda motor insya allah aman sis mas bro..ane soalnya udah sering banget bolak balik make bebek ane bolak balik daerah sana diatas yg ane bilang aman …maaf ya..cuma sedikit koreksi mbak mas bro wilayah Muara Bungo aman…..

  44. santo berkata:

    halo salam kenal mas Yudi, salam kenal juga untuk mbak Nina, waduh manis2 suka petualangan, very interseting..senang jika bisa touring bareng suatu hari nanti (ngimpi mode on he..he.) meski saya gak punya motor garpu tala, setuju dengan bang Juanda, bahwa dari bungo ke jambi, selama ini setahu saya aman2 saja, wong saya kalo mudik (pake mobil) lewat daerah itu tengah malem or anytime no problemo, he..he. mungkin karena ridernya so sweet jadi itu masalahnya. anyway saluttt to mbak nina, berani touring ke Mekkah suatu hari nantikah? 16 ribuan KM.sih..

  45. jamal berkata:

    gila….serem amat untuk masih selamat mba,,,jadi serem mo touring sumatera

  46. udin berkata:

    keren mba bro

  47. hensa berkata:

    Mantapssss…. n salut abissss….

  48. Buddy Antoro berkata:

    kEREN …..1st Safety dan 2 kepala lebih baik dari 1 kepala

  49. seno berkata:

    Selamat sist, semoga bisa menjadi contoh positif dikalangan bikers, bahwa bikers bukan hanya jiwa lelaki………gas trusssssssssssssss……………………….!

  50. jono berkata:

    Mantabh…….

  51. dyo sambe berkata:

    mba atau mas… Saya rencana akhir bulan ini mau touring berdua teman ke bengkulu dari jakarta… tapi ga punya sim. Kira2 bisa lolos gak yah? Hhehe soalnya tekad udah bulet banget mbaaa ๐Ÿ˜ฆ

  52. introzip berkata:

    Diisi ilmu dulu sebelum berangkat, minimal Benteng Diri.

  53. yhn oyanos berkata:

    siip tuch sist nina…dan acungkan jempol serta salut atas adrelaninnya…semoga selalu berpihak keberuntungan ini kesemua bikers. Aminnnnnnnnnnn…. dan tak lupa saya ada rencana mudik 2014 ke jakarta.(bengkulu – jakarta) naik motor utk pertama kali mau nyoba tapi lagi cari temen biar seru di jalannya and safety

  54. Dafi berkata:

    Wuuuiiih lady bikers SEJATI mba broow …
    Saya lagi nyari temen buat mudik lebaran bareng rute jakarta – pekanbaru .barang Kali Dari temen2 pengunjung blog ini ada yang mau atau berminat bisa hubungi saya .atau rute Jakarta – Padang juga boleh .hehehe
    Cp : 081386476758 /02133699170

  55. Saya tinggal di Sarolangun jambi..klo utk daerah rawan di sarolangun biasanya ada di lintas Sarolangun – Muara Tembesi…utk sarolangun – bungo relatif aman, sedangkan sarolangun arah ke LB Linggau yang memang rawan begal. bahkan ada satu desa dinamakan Desa Begal krna memang rawannya..tambahan, utk muara bungo arah ke Jambi biasanya aman juga kok..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s