Transportasi tradisional yang semakin terpinggirkan..

Halo brother biker 😀 .. Dulu waktu saya masih kecil, sekitar tahun 80an, sepeda motor itu seperti barang mewah..yang bisa memiliki sepeda motor jaman segitu hanya orang yang “berada” . sepeda motor yang paling banyak diminati dan sering sliwar-sliwer adalah Vespa dan Honda cub 70. Teringat ketika bermain-main bersama teman-teman dijalan kampung, terus ada vespa lewat..treng..teng..teng.. saya dan anak-anak pada berlarian dibelakang vespa tersebut dan setelah vespa masuk jalan raya, saya dan anak-anak yang lain berhenti dan dengan sengaja menghirup dalam-dalam bau khas aroma dua tak :mrgreen: transportasi yang lain adalah pedati, dulu setiap pagi ada pedati lewat dijalan raya kampung saya yang membawa bambu. Dan anak-anakpun berlarian “menggandul” pedati tersebut 😀

Alat transportasi yang paling bersahabat dengan masyarakat pada waktu itu adalah sepeda onthel dan delman. Murah dan nggak butuh BBM. transportasi untuk jarak jauh dan antar kota menggunakan bus dan kereta api (saya ingat sekali kereta apinya dindingnya terbuat dari kayu).
Seiring perkembangan jaman, sepeda motor turun tahta jadi kendaraan raktjat, setiap hari ada saja orang membeli sepeda motor dan alat transportasi tradisional khususnya delman mulai terpinggirkan. lambat laun Keberadaan mereka mulai ditinggalkan. yups..salah satu peran kita agar keberadaan alat transportasi tradisional tetap survave adalah dengan menggunakan jasa mereka. 😀

bagi anda brother biker yang tinggal didaerah paling tidak sesekali perlu mengenalkan alat transportasi tradisional kepada anak-anak kita. dengan cara mengajak anak-anak, keponakan, adik pacar, dll naik delman 😀 Mbayarnya murah lho, paling mahal cuman 3000 rupiah… itung-itung rekreasi lah.. nggak melulu naik motor 😀 Biasanya tujuan delman ini kepasar tradisional…juga kita kenalkan pada anak-anak tentang pasar tradisional, nggak melulu di Mall 😀 Pulangnya bisa naik becak atau naik angkot. 😀

Semoga berguna 😀

Iklan

Tentang yudibatang

Seorang yang menyukai hal-hal tentang sepeda motor, yang sedang mencoba membuat sebuah blog.
Pos ini dipublikasikan di Bikers, pengalaman berkendara dan tag , , . Tandai permalink.

29 Balasan ke Transportasi tradisional yang semakin terpinggirkan..

  1. ax125 berkata:

    Keduaxxx

  2. ax125 berkata:

    Skarang sudah jarang delman di daerah saya… 🙂
    Sekarang yang sering orang”naik jaran wesi.

    :smile

  3. kudalumping berkata:

    waw.. Delman 😮
    Jamanku cilik jek rame owm.
    Saiki wes mulae ditinggalkan,

  4. absoluterevo berkata:

    Wah bah itu mah keretek masih ada di daerah cimindi bandung 😀

  5. Aa Ikhwan berkata:

    delman msih ada kok..cm jd semacam odong-odong buat keliling kampung ato tempat2 yg rame seperti misalnya d pasar kaget 😀

  6. novi berkata:

    jadi inget waktu kecil di blitar.
    naik andong ga ada yang mo duduk di depan.
    soalnya klo lagi jalan kudanya buang hajat nyiprat kemana-mana.

    satu lagi…
    Kita orang jakarta di blitar lebih seneng naik andong ketimbang naik becak.
    alasannya jelas.. kan jarang-jarang naik andong.
    padahal populasinya sekitar tahun 1993 juga sudah lebih banyak becak.
    Orang blitar sendiri lebih suka naik becak, tapi yang agak aneh rata-rata alasannya karena yang naik andong relatif terkesan lebih miskin di banding yang naik becak.

    ANDONG
    spesifikasi:
    – Velg : Palang 8 bahan kayu.
    – Power : 1HP.
    – Bahan Bakar : Rumput dengan oktan 92.
    – dilengkapi AC (Angin Cepoy-cepoy) dan Pengharum ruangan.

  7. Novian Agung berkata:

    Di Kab. Bandung banyak nih, kerjanya menghalangi jalan. Iya lah, kendaraan tradisional beroperasi di jalan raya (antar kota), belum lagi kotorannya yang tidak ditampung berceceran. capeedeeeeh…

  8. hongdebrum berkata:

    betul, kasihan juga semakin ditelan jaman. tapi di tempat ane, masih banyak yang lebih milih mereka (becak, andong,) daripada mikrolet atau ojek. .

    oiya, permisi, numpang nitip. .
    http://honkdebrum.blogspot.com/2012/03/harga-bbm-naik-terus.html

  9. Ridwan berkata:

    anak-anak pada berlarian dibelakang delman tersebut dan setelah delman masuk jalan raya, saya dan anak-anak yang lain berhenti dan dengan sengaja menghirup dalam-dalam bau khas aroma kotorannya..

    hehehehe pissssssss……. 😀

  10. opanowski berkata:

    dikampung ane (bandung) naik delman cuman 1000 perak, padahal jaraknya lumayan jauh… kao dijakarta kayana 5000 deh dengan jarak yang sama… kao mo kepasar ato main, motor w taro dirumah ja, w lebih suka naek delman. Rasanya lebih asik sih… sayang di jakarta dah jarang trus di monas dah dilarang, katanya polusi??! TANYA KENAPA??!

    • novi berkata:

      klo masalah delman di monas gue juga sebel. mestinya mereka jaga kebersihan.
      pas sekarang dilarang jadi dalam hati
      rasain… habis mereka ga menjaga kebersihan sih.
      tempat mangkalnya udah kaya kandang yang ga di rawat.
      saking baunya terkadang kita lari sambil nahan napas di sekitar situ, tepatnya di belakang stasiun gambir.

      ini seperti halnya bajaj (roda 3). klo nanti di larang mungkin gue juga berpikir sama dengan diatas. habis gimana lagi orang itu bebas berusaha, mencari nafkah, tapi semua ada aturannya.

      • Bajaj 2 tak bisa di ganti, pemerintah memberikan kredit untuk R3 dengan sistem subsidi. Bajaj lama di ambil dan dihargai pemerintah. dan sisanya di bayar oleh pengusaha Bajaj sesuai kemampuannya sampai lunas.

        kalau sistem nya begitu lambat laun akan hilang Bajaj 2 tak dari jakarta. lha pemerintah mw nya cash n kontan? lha piye???

  11. Link Vacancy berkata:

    hehehe jadi inget jaman kecil kl mau kesekolah naik cikar, itu lho pedati yang ditarik sama sapi, atau kal jalan-jalan ke jogja biasanya nyewa andong buat muter-muter, lha kalo sekarang mana ada ya pasti pada nyewa mobil 🙂

  12. johan berkata:

    gara2 baca artikel ini jadi membayangkan ngisi bahan bakar spd motorku pake rumput.emisinya utk pupuk tanaman mas bro… standart euro10 !!!

  13. zhe berkata:

    Di brbes jga dulu waktu saya kecil masih bnyk delman di pas tikungan pasar brbes tapi skrg sudah mulai hilang. .
    ~_~”

  14. Antograful40 berkata:

    Jadi ingat masa kecil saya dulu mas yud..thn 80 puluhan..

  15. ardiantoyugo berkata:

    aku naik delman bisa diitung dengan jari kali ya… 😀

  16. gogo berkata:

    terakhir naik delman kapan yah…

  17. Imouto berkata:

    ini nih baru yang namanya alat transportasi yang benar-benar “bertenaga kuda”

  18. cari kado berkata:

    wih menyenangkan banget lagh naek delman , menarik banget , asik banget gitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s