Beberapa alasan yang dicari-cari ketika “oknum” polisi mau menilang bikers

Halo brother biker ๐Ÿ˜€ … Mungkin sebagian brother biker sudah pernah mengalami ketika mau ditililang atau sudah ditilang oleh “oknum” polantas hanya karena masalah-masalah yang sepele dan cenderung dicari-cari. Okay..berikut ini beberapa alasan yang sengaja dicari-cari oleh “oknum” polantas ketika hendak menilang bikers, yang “UUD” berdasarkan pengalaman pribadi, share dari komentator dan cerita dari rekan-rekan yudibatang ๐Ÿ˜€

1.Sasaran pada kelengkapan motor
a. Perlengkapan motor tidak standar.
contoh spion tidak standar, setang tidak standar, foot step tidak standar.
Argumentasi yang perlu anda kemukakan adalah “Modifikasi tidak masalah sepanjang tidak merubah nomor mesin, nomor rangka serta perlengkapan sepeda motor berfungsi dengan baik (lampu, spion rem dan lain-lain)

b. Perlengkapan motor tidak lengkap
Contoh : tidak ada tutup sepentil pada ban, tidak ada kunci pas, tidak ada kain lap.
Argumentasi yang perlu anda kemukakan adalah “tolong tunukkan undang2nya yang melarang hal-hal tersebut”. Bila sioknum ngotot mau menilang, katakan pada oknum “silahkan tilang, tapi tulis alasan anda menilang seperti yang anda katakan dan tuliskan nama dan pangkat anda dengan jelas!!”

2.Penambahan aksesoris
a. Lampu rem diskotlet hitam transparan, diskotlet model ada lingkaran dll
b. memakai box

3. Membawa barang bawaan (yang sebenarnya masih toleransi)

Perlu digaris bawahi, “sasaran utama Oknum polantas dalam mencari-cari kesalahan adalah bikers dengan plat nopol luar kota”. Mengapa demikian? Biasanya Biker luar kota enggan dan nggak mau repot untuk mengikuti sidang yang biasanya waktu sidangnya 2 minggu setelah ketilang. Misalnya saja anda bekerja dijakarta, kemudian anda pulang kampung melewati pantura dan ketemu razia yang menghadapkan anda pada dua pilihan sulit. mengikuti sidang agar uang tilang masuk kas negara namun harus mengeluarkan uang lebih besar untuk biaya transport dari tempat anda kekota lain tempat sidang, serta meluangkan waktu atau bayar pada “oknum” dan semua beres?? Mumet kan :mrgreen:

Solusi yang tepat adalah lengkapi kendaraan sekomplit mungkin, pastikan semua part berfungsi dengan baik (lampu, rem dll), Selalu tertib berlalu lintas,bekali diri anda dengan pengetahuan perundangan lalu lintas, selalu membaca do’a sebelum riding.

Semoga berguna ๐Ÿ˜€

Artikel terkait

Tips menghadapi Oknum poltas pemeras biker

Geram rasanya ketemu oknum poltas yang sengaja mencari kesalahan

Ngekek melihat poltas yang mau nilang saya tapi sudah mati kartu duluan

Iklan

Tentang yudibatang

Seorang yang menyukai hal-hal tentang sepeda motor, yang sedang mencoba membuat sebuah blog.
Pos ini dipublikasikan di Bikers dan tag , . Tandai permalink.

67 Balasan ke Beberapa alasan yang dicari-cari ketika “oknum” polisi mau menilang bikers

  1. sijidewe aka snalpot99 berkata:

    sipp nice info pak…

  2. Red komar berkata:

    Ke 3.Keren bgt.Ijin copas gmbr paling atas dlm artikel pak yud.

  3. tipis berkata:

    Siiip. Sangat berguna tipsnya
    Bro adakah link yang membahas tentang undang-undang lalu lintas?.

      • jojo berkata:

        motor saya lampu rem dan sein diskotlet hitam trasparan, tapi intensitas cahayanya di siang hari dan malam masih jauh lebih terang dari pada honda grand, GLmax dan shogun 110R yg pake mika kuning (udah saya bandingkan). kira2 kena tilang gak ya mas yud??

  4. neo berkata:

    wwuuuussszzzzzzzzz,,,,

  5. rusmanjay berkata:

    nais inpo

  6. sinbe berkata:

    Lhaaa… Ini artikel yg ane tunggu2 tentang trik hadapin isilop nakal. Sip kang yud!

  7. Ridwan berkata:

    mantaps om inponya….

  8. mulyanto berkata:

    Saya dulu suka touring PP Bandung-Purbalingga pakai motor bebek plat R. Dari tahun 2001 – 2011. Beberapa kali ketemu operasi/razia, tapi baik2 kok cuman nanya surat2 saja. Yang reseh malah pas di Semarang, pada akhir maret 2005. Lagi jalan mendadak dipepet dan dihentikan. Dikenai tilang gara2 plat belakang tidak asli. Plat depan asli, plat belakang hilang dan diganti plat buatan pinggir jalan. Tapi ukuran plat, ukuran hurufnya standard, ngga ada yg neko2. Polisinya kabur entah ke pos mana (lah mana saya tahu yah, memangnya saya orang semarang ๐Ÿ˜€ ). Sampai saya nyari2 ke markas Brimob dan sebuah Polsek. Saya marah2 di Brimob dan di polsek itu. Akhirnya ditunjukan ke suatu pos polisi. Disana yang ngadepin saya, polisi senior, yang nilang saya polisi yuniornya(namanya JK) ngumpet! Di pos, alasan tilang diganti jadi karena melanggar lampu merah.Walah gimana ngebuktikannya! Memang ada video/fotonya? Hahahahahha. Yah udah sidang ditempat saja, katanya sih nitip tilang, bayar 50 rb. Saat itu saya sedang silahturahmi ke saudara saya yang PNS di Polda jateng. Jadi saya diganti tilangnya sama saudara saya hehehehehe. Menurut saudara itu, “prosedur” yang saya alami memang biasa terjadi pada kendaraan dengan plat luar kota. Sehingga saya dibekali peta jalur semarang yang dijaga polisi baik-baik, menghindari daerah penjagaan poltas yang rajin seperti
    daerah Simpang Lima. Pulang lewat Pantura, mampir di Majalengka menemui operasi di Brebes tidak menemui masalah. Bahkan ketika di Brebes, poltas dalam operasi lalu-lintas santun dan ramah menunjukan jalan tecepat untuk mencapai Majalengka. Yah itu kisah lama, tahun 2005. Tapi ada dokumentasinya hahahhahaha. Mungkin sekarang sudah berubah yah. Semoga sudah bener. Btw, sejak itu saya ngga pernah mau lagi berkunjung ke semarang.

  9. pangben berkata:

    waduh saya plat nomor luar ๐Ÿ˜ฎ
    harus hati2 nih. Alhamdulillah belom pernah ditilang (moga2 jangan pernah)
    http://pangben.wordpress.com/2012/04/11/batok-satria-fu-memang-mempesona/

  10. denok berkata:

    “Selalu membaca do’a sebelum riding”
    laik dis 0m ๐Ÿ™‚

  11. kang_ulid berkata:

    alhamdulillah kmrn k cilegon ga ktemu razia polisi, padahal plat P loh, hehe

  12. gesang86 berkata:

    wach,itu emang mengembalikan modal,mas…masuk jadi pegawai ini kan g murah,wakakkaa ๐Ÿ˜†

  13. Ghost berkata:

    Mas Yudi, per 4an sedayu di wilayah Yogyakarta pinggiran dulu polisinya suka kejar motor, boil truk apapun tuk di tilang, lama2 ada kejadian polisi disitu di “dor” ma orang.mampus deh…
    Pernah juga dapat cerita bapak2 bawa damen ditilang polisi tapi surat2 dibawah jok, udah lelah di suruh bongkar muatan damen…dibacok tuh polisi.

  14. fresh and fresh berkata:

    Mas Yudi tanya kenapa polisi gkk transparan dan gak jujur begitu maen tilang menilang segala… mungkinkah jajaran polisi lalu lintas harus di demo begitu… hehehe ๐Ÿ™‚

  15. bead revoist bms berkata:

    pengalaman pribadi pernah ditilang dibandung arah cibiru.diajak damai di toko matrial.ngeselin pdhl perjalanan msh jauh ke kuningan

  16. Gogo berkata:

    mantab infonya, ditambah kisah nyatanya pula.. joss

  17. lutfi berkata:

    sya pernah jg ni masbro kena tilang karena alasan polisinya saya pake kenalpot racing mmang bener sih tpi knalpot kan sdh saya modif se pelan mungkin suaranya dgn menggunakan saringan n suaranya pun sprti standart tdk bising apakah ini msh melanggar,,? kan yg sya tau memakai kenalpot racing yg suaranya bising yg kena tilang,.

  18. zulfauzi berkata:

    nice info, terima kasih

  19. onestar berkata:

    nambahin
    perhatikan juga
    di lampu merah, jng asal belok jika tidak ada tulisan
    ‘belok kiri jalan terus’
    ntr bisa2 di uber
    n jalur searah 06:00 – 20:00
    biasa dijadikan 2 arah diatas jam 20:00 jd hati2 bro
    salah jalur bisa damai itu indah

  20. ikhwanalim berkata:

    saya pernah, dengan alasan “belum bayar pajak” kan keliatan di STNK tuh.

    trus saya jawab, “kan hukumannya ada di tempat bayar PKB, pak.”, yaitu bayar denda.

    eh si bapak malah pake analogi lain, “klo kamu punya kontrakan, trus yg nyewa telat bayar, ya dia bayar denda dong. ni telat bayar pajak masa’ ga ada dendanya”

    saya balas lagi, “telat bayar kontrakan, ya bayar aja, pak. ga usah pake denda-denda segala” saya semakin puas nge-debat, disini ๐Ÿ˜€

    tanggapan si bapak “sini saya tilang kamu!”

    saya ngebales, “emang pelanggarannya, jadinya apa?” nah, kena dia..
    saya tambahin, “saya pergi bayar skrng, nanti saya tunjukkan STNK ke bapak, klo saya sudah bayar itu PKB. saya minta nama bapak, nanti saya cari bapak lagi di sini (di tempat razia).” kebetulan, dia pake rompi hijau muda menyala, yg nutupin namanya dia.

    karna ga mampu debat lagi, akhirnya saya dilepaskan,,sambil saya tersenyum puas… ๐Ÿ˜€

  21. si Oom! berkata:

    mantep ini, berdasarkan kisah nyata ๐Ÿ˜‰

  22. utama24 berkata:

    Memang Indah Klo liat yang beginian..keeeereeen gan ๐Ÿ˜€

  23. gigabyte berkata:

    POLISHIT

  24. rony berkata:

    nais info mas yud..qta jg harus tnang ngadpin situasi ky gtu..
    kalo sy kbtulan penganut aliran apa adanya..alias standar2 aja mtornya..kbetulan merantau d jatim n plat no angka cantik,lolos trus kalo ad razia..hehe

  25. arlong berkata:

    mnantab gan , ijin share yaaa,,,…???

  26. frontdiskbrake berkata:

    ada berita bagus.
    Katanya utk jateng, udah ada instruksi dr kapolda, agar meniadakan operasi stasioner.
    Kabar buruknya, kemarin sempat ngomong ngalor ngidul ama tetangga yg jadi polisi (prov), katanya operasi msh tetap dilakukan, tapi pada jalan yg bukan utama (jalan kecil).
    Sekedar share tips aja.
    Kalo ada operasi, baiknya kita buka kaca helm, krn biasanya kalo kaca ditutup mlh diberhentikan, tapi kalo kaca dibuka, biasanya malah disuruh lewat.

  27. zaki berkata:

    bukannya jumlah tilang tiap bulannya ditarget??
    Pantesan poltas biasa menghalalkan segala cara untuk memenuhi target tsb.
    Edian.

  28. daendels_no10 berkata:

    bpk ane pernah tuh kayak gt di daerah eks karesidenan solo…crtane gini:
    waktu itu ayahanda riding dr sragen mu ke btg pke MX’07 Plat G****TC..eh,,pas di daerah karanganyar kan ad TL, pdhl dgn sgt sadar ayahanda lewat msh ijo..trus g sampe 5 mnt ada oknum nyamperin,katany bokap ane nrobos lampu..polantas turun trus blg “td sy lihat bpk nerobos lampu TL pak, tlg Surat2ny” untungny bokap udah makan asam garam,,dengan nyante pas di pinggir jalan bokap cuman blg “sy g nrobos lampu mrh pak, bpk jngn nuduh. kalo emg sy nerobos,buktinya apa???”..nah lo???bingung sndri deh tu polisi..akhrnya bokap dibolehin ngacir lg…

  29. bladeus berkata:

    alhamdulillah di jakarta saya belum pernah ketemu dengan polisi yang reseh, padahal plat polisi saya daerah (AG)

    setiap kali ada razia, (resmi/tidak resmi) saya tidak pernah diberhentikan (padahal sudah jalan pelan dipinggir + nyalain sein kiri), malah beberapa kali polisi menyuruh saya untuk terus ๐Ÿ™‚

    mungkin karena kelengkapan motor saya lengkap (spion std tiger, lampu on terus) dan setiap riding saya selalu pakai safety gear lengkap (sepatu, helm full-face, gloves, jacket & knee protector) :mrgreen:

  30. under18 berkata:

    sekarang malah tambah ANEH DI TUGU MUDA SEMARANG. surat2 lengkap, cuma krna lampu warna warni (ungu). Motor plat G, ditilang bukan STNK bro sbagai jaminan, malah motor yg mau d’garuk. Terpaksa aja tuuh kluarin duit 40rb. trasa berat buat mahasiswa. Cari2 alesan PULISI sekarang cari duit, inget anak istri pak.

  31. anj berkata:

    ati2 sama polisi tugu muda smg sob… cari2 alasan aja kalo memang ga salah coba call temen yang suruh ngaku jd aparat di “baju loreng” dan bilang “dia mo kemari pak.. tunggu aja nanti dia yang nyelesain.. bapak jangan kemana2 ya dia lagi kemari..!!” trus senyam senyum deh kayak ga da dosa, ntar tuh baju coklat jiper sendiri n 5 menit dia pasti bilang “sudah temen mas suruh pulang aja, jangan diulang lagi ya, saya sibuk kalo nungguin temenmu..”
    padahal ane ga da temen sama sekali..

    ane dpt tip ini dr aparat baju loreng gan.. hehehe…

  32. oceania berkata:

    Intinya kalo ada polisi seperti begini, minta saja tunjukan undang2nya didepan ente, kalo dia ga punya buku ttg undang2 dan alasan untuk menangkap ente, debat aja sampe dia tunjukin ” Ini lho undang2nya, ada dibuku UU lalin ”

    Kalo sdh begini, nyerah saja ๐Ÿ™‚

  33. polshit berkata:

    Polisi di jalur Puncak juga tuh sering nyari kesalahan biker dr Jakarta. pernah ditilang katanya lampu utama ga nyala, padahal jelas banget lampu nyala, alasanya klo nyala terus pasti panas, padahal ane baru aja istirahat di masjid ya jelas ngga panas kaca lampunya ya, akhirnya minta uang 100rb, ane kasih 20rb diterima. makan tuh duit haram pak. saya ga iklash.

  34. Rizky berkata:

    Hahaha ane jg pernah 2x debat sma oknum ky gt gan…t tls dblog gratisbn ane

  35. Rizky berkata:

    ne cerita pglaman ane,.pglaman k2 hmpir sja ktlang,,wkt it ane mw ngampus ke sby brhubung rmah ane mjokerto jd pasti lwt sdoarjo,pas di daerah krian ane dbrhentikan si oknum,ktax spion ane g standard,ane tnya mana undang2x,mrka mnunjukkan uu tp tntg spion emg hnya ada 1 pasal aja,dsitu hnya dtls spion aja,g ada kata spion hrus standard,,mk dr it ane blg,,bpak2 ini gag ada yg bsa baca ya? sontak merka mrah n ane lgsg tertawa ,trus ane tnya bgmana sih spion stndard it?oknum jwb,,yg bsa bwt lyt kbelakang,ane bles loh kn spion saya bs melht kblakang pak?trus dy blg lg,yg bsa diliat orang lain mas,.trus ane bls,loh pgendarax saya ato orang lain pak?lgsg diem th oknum,stlah it ane g pduli sim stnk dbwa oknum,ane blg,udah bwa aja th sim n stnk tilang aja,dan sya jamin bpak2 smw bkal dpanggl propam,.ane lgsg brgegas menumpangi mtor ane,eh g taux si oknum nguber ane,.ngsh sim n stnk,.sbnerx bnyak critax gan tp sya sgkat aja cpek ngtik hahaha

  36. jheny berkata:

    Coba share tentang UUD lalu lintas bro

  37. Randy berkata:

    Kalau oknum polisi cari-cari alasan yg lain. Tolong di FOTO saja MOTOR plus PAK POLISI nya, bawa ke sidang. Jika kita tidak salah bisa tuntut balik.

  38. Ardhika berkata:

    Mas yud kebetulan saya memasang masalah yang nomor 2 (Memasang aksesoris, skotlet hitam transparan di lampu belakang). Itu termasuk dalam pelanggaran yang ada dalam undang2 ga tuh mas? Yaa buat jaga jaga aja persiapan buat argumen kalo ketemu Poltas..:D
    Btw Makasih banyak mas infonya, Nice..:D

  39. rico berkata:

    keren bro artikelnya..kelengkapan mtor memang sgt dominan perlu bagi biker tanpa kecuali boleh dirubah tpi jgn mencolok akan aman dikendari juga akan aman apabila ada razia dijalan….

  40. lampu, body, jok, roda usaha semua aslinya sob…pasti amanlah dijalan kalo ada razia dijalanan….

  41. dijakarta repottnya razia hampir setiap hari…pagi jam 10 atau jam 2 sore…pastilah motor yg aneh aneh distop gan…ane juga kapok jadinya modifikasi tralu ekrim jadinya,,supaya lancar dijalan aja deh…gtu aja tip nya…om rico

  42. masbei berkata:

    Pertama, lampu utama warna PUTIH… katanya tidak boleh, saya udah kena 100 ribu di pancoran.. setalah saya baca baca ternyata : Mengenai perlampuan, UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menuliskan:
    Pasal 48
    (1) Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.
    (2) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
    a. susunan; angka landasan yaitu ;
    b. motor penggerak;
    c. sistem pembuangan;
    d. sistem penerus daya;
    e. sistem roda-roda;
    f. sistem suspensi;
    g. sistem alat kemudi;
    h. sistem rem;
    i. sistem lampu dan alat pemantul cahaya, terdiri atas:
    1. lampu utama dekat, warna putih, atau kuning muda;
    2. lampu utama jauh, warna putih, atau kuning muda;
    3. lampu penunjuk arah, warna kuning tua dengan sinar kelap-kelip;
    4. lampu rem, warna merah;
    5. lampu posisi depan, warna putih atau kuning muda;
    6. lampu posisi belakang, warna merah; dan
    7. lampu mundur, warna putih atau kuning muda;
    DAn.. Selanjutnya hal tersebut lebih dijabarkan di PP No. 55 Tahun 2012 yang menuliskan:

    Pasal 24
    (1) Lampu utama dekat dan lampu utama jauh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 selain Sepeda Motor harus memenuhi persyaratan:
    a. berjumlah 2 (dua) buah atau kelipatannya;
    b. dipasang pada bagian depan Kendaraan Bermotor;
    c. dipasang pada ketinggian tidak melebihi 1.500 (seribu lima ratus) milimeter dari permukaan jalan dan tidak melebihi 400 (empat ratus) milimeter dari sisi bagian terluar Kendaraan; dan
    d. dapat memancarkan cahaya paling sedikit 40 (empat puluh) meter ke arah depan untuk lampu utama dekat dan 100 (seratus) meter ke arah depan untuk lampu utama jauh.
    (2) Untuk Sepeda Motor harus dilengkapi dengan lampu utama dekat dan lampu utama jauh paling banyak dua buah dan dapat memancarkan cahaya paling sedikit 40 (empat puluh) meter ke arah depan untuk lampu utama dekat dan 100 (seratus) meter ke arah depan untuk lampu utama jauh.
    (3) Apabila Sepeda Motor dilengkapi lebih dari 1 (satu) lampu utama dekat maka lampu utama dekat harus dipasang berdekatan.

    Ke DUA,.
    yaitu KACA lampu belakang putih..!! saya kena di simpangan cirebon jakarta
    waktu itu kaca lampu belakang emang putih, TETAPI lampu gw menyala tetep merah..
    kita kembali lagi ke :
    UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menuliskan, bahwa di sana di Pasal 48 ayat 2 tentang sistem lampu dan alat pemantul cahaya, terdiri atas: berbunyi “lampu rem, warna merah; ” bukan berbunyi KACA Lampu belakang warna MERAH”

    Ke Tiga
    Tentang Knalpot.. Racing..
    Saya setuju, di berantas aja itu..! yang brisiknya terllu exrim, ganggu ibu ibu hamil.
    pertama masih bisa di batah.. karna dasar penilangan bedasarkan alat ukur tekanan suara, berhubung banyak yg ngeyel karena polisi kalo mau nilang harus punya alat pengukur suara,
    peraturan sekarang berubah !

    Pasal 285 UU Lalu Lintas tersebut adalah:
    Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

    Kata kuncinya adalah โ€œtidak memenuhi persyaratan teknisโ€.
    Siapa yang membuat syarat teknis tersebut? Mereka adalah Kementerian Perhubungan.

    Sebelum Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) memasarkan produknya di Indonesia, mereka minta izin dulu ke Kementerian Perhubungan untuk dicek mengenai syarat teknis yang berlaku di Indonesia. Jika lolos syarat teknis dan kelaikan jalan, maka kendaraan tersebut bisa dipasarkan di Indonesia.

    Sebenarnya kita (polisi) fokus dengan knalpot yang berisik, namun untuk keseragaman akhirnya polisi akan menindak/menilang semua jenis knalpot yang TIDAK STANDAR. Knalpot yang dijual di toko-toko variasi belum memiliki surat lulus uji persyaratan teknis dari Dinas Perhubungan.

    Jadi dengan penjelasan saya di atas, tidak perlu lagi rekan-rekan semua protes mengenai pak polisi tidak berhak menilang, karena tidak memiliki alat pengukur desibel suara. Dasar kita menentramkan bumi pertiwi ini dari knalpot berisik bukan menggunakan dasar satuan keras suara, namun yang dicari adalah knalpot yang TIDAK STANDAR.

    • Ir. Haji Lalu Muhammad Hamdan Sjahrul, SH. berkata:

      BETUL PAK…. TILANG SAJA KENDARAAN YG KNALPOTNYA BISING!!!
      APALAGI GEBAR-GEBER DI MACET, TILANG SAJA PAK!!

  43. masbei berkata:

    yang mau baca baca hukum online bisa di sini mas bro
    http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt4ebb3d9e5f7a3/ditilang-karena-knalpot-motor-tidak-standar
    biar kita ga buta hukum, biar ga gampang di bodohin sama Polisi

    oya di tambah lagi hal
    ke Empat.. :
    Pajak STNK terlambat yah.. itu juga kena ancaman Tilang, saya pernah :
    tapi ternyata :
    Menurut apa yang tertulis dalam Undang-Undang Lalulintas No.14 Tahun 1992 itu, polisi hanya boleh menilang pelanggaran yang bersangkutan dengan kelengkapan kendaraan. โ€œMisalnya, lengkap surat-menyuratnya (SIM dan STNK), ada lampunya, lalu lampu sein menyala, dan seterusnya,โ€

    Berdasarkan aturan itu juga, cuma polisi yang berhak mengambil tindakan terhadap pelanggaran yang terjadi di jalanan.

    selama menyangkut pajak kendaraan, polisi hanya berwenang menghentikan kendaraan dan menanyakan status pajak. Jika ternyata memang belum membayar pajak, polisi hanya boleh mencatat surat kendaraan. โ€œData tersebut diserahkan kepada Dispenda setempat

    Bisakah polisi menilang gara-gara soal pajak ini? โ€œKalau mengikuti undang-undang sebenarnya tidak bisa. Soal pajak itu urusannya Dispenda,โ€ kata Iwan. Berkaitan dengan soal pajak ini, polisi tidak bisa menyita STNK atau SIM, apalagi hingga menahan mobil atau motor yang dimaksud.

    Ok,. semoga bermafaat dah… !

    • Ir. Haji Lalu Muhammad Hamdan Sjahrul, SH. berkata:

      betul…. kalok pajak mati ga bisa nilang, kecuali stnk nya mati/plat kadaluarsa baru bs ditilang, kecuali kita bs nunjukin surat proses pembuatan plat (artikel sebelumnya)…
      OYA 1 LAGI, HATI2 KENA TILANG OKNUM DLLAJ YG KADANG NYARI2 KESALAHAN & KASAR2, JADINYA KALO GA SIAP KITA NYA KEDER DULUAN….

  44. Ir. Haji Lalu Muhammad Hamdan Sjahrul, SH. berkata:

    Gan…..
    kalok lampu sein yg kuning diganti warna laen memang dilarang…!
    soalnya akibatnya sangat fatal….. ane ngalamin ada mobil opel blazer dengan sopir geblek sialan, pasang sein kanan pas ane mau nyalip kanan, sein dia warna merah, ane kaget bukan kepalang untung masih bs ngerem….
    soalnya lampu sein itu di otak kita sdh ter mindset warnanya kuning, jadi kalo diganti warna lain perlu beberapa detik utk sadar bahwasana kendaraan tsb masang sein…. gtu gan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s