Pengalaman ngirim kursi dicegat kuntilanak penunggu pohon bambu

Halo brother biker 😀 … Malam Jum’at waktunya publish artikel horor. Artikel horor kali ini menceritakan pengalaman saya sendiri dicegat kuntilanak penunggu pohon bambu, ketika sedang mengirim Meja dan kursi makan rotan kerumah kastamer didaerah perumahan korpri , Desa Pasekaran, Batang-Jawa tengah. Certanya begini……

yudibatang ngeblogWaktu itu sekitar bulan Maret 2015, ada sepasang suami istri datang ketoko yudibatang furniture dan mau membeli meja makan set rotan sintetis. Singkat kata setelah melewati proses tawar-menawar yang alot, akhirnya harga deal dan kastamer membayar uang DP serta barang minta dikirim besoknya jam 5.30 atau jam setengah enam sore karena sepasang suami istri tersebut pulang kerja dijam setengah enam sore. Kastamer ini tinggal disebuah perumahan, namanya perumahan Korpri, desanya namanya desa Pasekaran. Tapi beliau menyarankan saya tidak melewati perumahan tersebut, melainkan melewati kampung yang ancer-ancernya masuk lewat gang Botol. (didepan gang terdapat dua patung botol berwarna biru yang sangat besar), karena rumah beliau berada dipaling belakang mentok dekat jembatan. kastamer yang laki-laki berprofesi sebagai seorang polisi, kalau nggak salah namanya pak Andreas 😀

perum korpri pasekaran batangKe,esokan harinya saya mempersiapkan Barang yang akan dikirim serta mencari pinjaman doplax atau mobil pick up untuk mengangkut barang. Seperti biasa, setiap saya mengirim barang kekastamer, pasti dua dari tiga anak saa pada ikut 😀 Waktu itu yang ikut anak nomer 2, laki-laki umur 7 tahun namanya Naufal. dan anak nomer tiga perempuan umur 5.5 tahun namanya Amanda. Setelah anak-anak selesai mandi dan bawa bekal jajanan anak-anak, Saya berangkat mengangkut kursi kerumah kastamer.

???????????????Berangkat dari rumah jam lima sore. Sampai digang botol sekitar jam 5.15 sore. Namun saya tersesat sampai kejalan buntu sedang hari semakin gelap. sayapun bertanya alamat PakAndreas kependuduk kampung setempat. Salah seorang penduduk memberitahu jalan menuju rumah PakAndreas. “Bapak putar balik, lalu belok kanan melewati pohon-pohon bambu, lalu ada jembatang kecil. Nah rumah pak Andreas membelakangi jembatan tersebut”.ujar penduduk kampung tersebut. “Hadeh…ternyata saya kebablasan” ucap saya dalam hati. Waktu sudah menunjukan pukul enam sore dan suasana sudah semakin gelap. Sayapun masuk kemobil dan putar balik. Saya jalan pelan-pelan sambil mecari belokan. Ternyata jalannya sempit sekali serta menurun. Dikanan kiri jalan hanya ada kebon kosong yang dibatasi pagar bambu. setelah melewati jalan sekitar 20 meter, terdapat pohon-pohon bambu yang tinggi dan lebat hingga seperti membentuk terowongan gelap!! Saya tetap konsentrasi memegang kemudi mobil. namun saya sesekali memperhatikan anak-anak saya disamping.

pohon bambu

Ketika mobil sudah memasuki area pohon-pohon bambu, terlihat anak-anak saya seperti kaget melihat “sesuatu” dan keduanya menutup matanya dengan kedua tangan! , namun saya tidak melihat apa-apa. kondisi jalan masih menurun dan mulai melewati jembatan. Ternyata selepas dari jembatan tersebut terdapat perumahan yang posisinya membelakangi jalan. Akhirnya ketemu juga rumah pakAndreas. Singkat kata setelah menurunkan meja dan kursi makan, saya dan anak-anak pamit pulang. Maksud hati saya mau pulang lewat perumahan saja, Namun ternyata jalanan perumahan banyak terdapat mobil parkir. Daripada ribet saya putar balik mau melewati jalan yang penuh pohon bambu tadi. Anak saya yang perempuan berucap “Bapak pulangnya jangan lewat situ, manda takut!!”. Saya menjawab “Nggak apa-apa Manda nggak usah takut, kan ada Bapak” ucap saya menenangkan Amanda. Sepuluh meter menjelang sampai kejembatan kecil, tercium bau bangkai yang sangat menyengat!! dan mak..prekiitiiikkk!!! “Hhmmm.. ada kuntilanak mau menampakan diri disekitar sini” ujar saya dalam hati. Glek!! kedua anak saya kembali menutupi mukanya dengan kedua tangan!!  “Ya Allah!! benar-benar itu kuntilanak muncul duduk dijembatan kecil!! sosoknya terkena sorotan lampu mobil!!hhiii..”

foto kuntilanak

Mukanya tertutup rambut panjang yang terurai sampai perut. Memakai gaun putih!! saya sebenarnya merinding!! tapi saya harus kuat!! saya bunyikan klakson sambil “berdehem”. selepas jembatan jalanan menanjak… tiba-tiba mesin mobil mati!! reflek saya injak pedal rem dan rem tangan. Amanda berucap “Bapak ada itu!!” sambil tangannya menunjuk kearah kanan direrimbunan pohon bambu. Sejenak saya tenangkan diri sambil membaca Ayat kursi. Setelah selesai saya nyalakan klakson dan ngomong sendiri. “Nyii. enyong pan liwat, aja ngganggu” translate “Nyii, saya mau lewat jangan ganggu!!”.

kuntilanak

terlihat bayangan putih dari kanan jalan dipohon bambu melesat keatas sambil ketawa…hiiiii…hiii… “brrakkk!!” saya gebrak dasbor mobil dan coba nyalakan mesin cekikikikk… bruummm… Alhamdulillah mesin menyala. Saya lanjutkan perjalanan pulang, tapi saya berhenti dulu diminimarket untuk melihat wajah anak-anak saya sembari membeli kue dan minuman. Kata orang tua, kalau habis melihat “lelembut” jangan langsung pulang, tapi mampir dulu ketempat lain siapa tahu ada yang ngikut. Setelah saya merasa tenang dan keringat sudah hilang, kembali saya lanjutkan perjalanan pulang kerumah. Alhamdulillah malamnya hingga keesokan hari anak-anak saya nggak ada yang ngikutin. hi..hi..hi..

Iklan

Tentang yudibatang

Seorang yang menyukai hal-hal tentang sepeda motor, yang sedang mencoba membuat sebuah blog.
Pos ini dipublikasikan di Horor dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

28 Balasan ke Pengalaman ngirim kursi dicegat kuntilanak penunggu pohon bambu

  1. ijul berkata:

    ..keduax…ngerii..kalo hak kepaksa jangan keluar menjelang maghrib…pamali kata orang2 tuwa…

  2. dzakiy berkata:

    Ketigaxx
    Comentt dlu ahh baru baca . .
    Tumben kang yud cerita horornya semggu sekali ???

  3. Azis Karim berkata:

    Harus pergi ketempat lain terus lihat kaca ya Om Yud ? Aseeek ceritanya seminggu sekali 🙂

  4. ardiantoyugo berkata:

    Horor…

    Merasakan Viar Cross X 200 SE: http://wp.me/p1eQhG-15F

  5. dzakiy berkata:

    Merinding kang bacaa.nya…

  6. sandi berkata:

    Mantap ceritanya om…sy penggemar om…

  7. baca jam piro ku iki..kok mak prekitik om yud..sereeem kunti e nongol

  8. balimotorider berkata:

    waseemb……syereeem…..
    mana mari moco weteng mules

  9. opang berkata:

    Hiiiiiiiii,,,,, seremmmm,,,,,

  10. fnaufala berkata:

    syerem, kok sering banget ktemu gtuan ya 😀

    gang botol akas

  11. Zul berkata:

    Mantap… horor banget

  12. horror…. kok gak di foto mas yud?

  13. Kang Ealme berkata:

    Kuntilanak ki dibanting iso gak mas yud ?

  14. nara berkata:

    ihhh….ngeri….brrr…

  15. Kang Harto berkata:

    Wuidiih…pengalaman yang mendebarkan buat anak-anak.Pantesan kalau pas waktu maghrib anak anak dilarang keluyuran,Nih dia buktinya kejadian….

  16. nama berkata:

    asli merinding mas
    mana bacanya menjelang magrib lg
    ser…. merinding bulu rhoma ku 🙂

  17. tomcat berkata:

    seyeeem euuuuy…mana tadi siang liat org ketabrak kereta satu motor 4 org cewek smw dua dws dua anak kcil d blkg psar kosambi karawang

  18. pangeran kegelapan berkata:

    hahahaha,,,, mantab lek… omah ku perum korpri,,, kayane ku jembatan bandangan ya lek?? aku wae nek bengi rak wani lewat kono..

  19. ki Salim berkata:

    “Saya tetap konsentrasi memegang kemudi mobil” tak kira tetep konsentrasi memegang botol…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s